Kesehatan

 Bedanya Tumor Jinak dan Tumor Ganas


Deskripsi
Tumor atau neoplasma adalah pertumbuhan yang tidak normal dari jaringan tubuh. Tumor terjadi ketika sel membelah berlebihan dalam tubuh. Tubuh selalu melakukan pembelahan sel untuk menggantikan sel-sel yang lama dan sudah mati dengan sel-sel baru. Jika keseimbangan pembelahan sel terganggu atau berjalan tidak normal maka disitulah tumor bisa terbentuk.

Tumor dikatakan jinak ukurannya di bawah 1-2 cm dan cenderung tidak mengalami perkembangan dan lokasinya menetap dan tidak menyebar atau merusak jaringan lainnya.

Tapi bila dalam pengamatan ada kecenderungan membesar apalagi bila ukurannya sudah melebihi 2 cm maka tumor bisa menjadi ganas (tumor ganas) karena bersifat menyebar, merusak jaringan sekitarnya yang sering disebut kanker.

Penyebab
Tumor biasanya disebabkan oleh adanya mutasi DNA di dalam sel, akumulasi dari mutasi-mutasi ini menyebabkan timbulnya tumor. Tumor ini bisa dipicu oleh paparan bahan kimia, paparan alkohol yang terlalu banyak, racun dari makanan atau lingkungan, paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, faktor genetika virus atau radiasi.

Gejala
Gejala tumor tergantung dari lokasinya. Misalkan tumor pada paru-paru memiliki gejala batuk, sesak napas, nyeri dada. Tumor di usus menyebabkan penurunan berat badan, diare, sembelit, anemia dan ada darah dalam tinja.

Tapi kebanyakan tumor juga tidak menimbulkan gejala dan gejalanya baru muncul setelah penyakitnya masuk stadium lanjut. Tapi gejala tumor yang paling umum adalah sering merasa panas dingin (demam), mudah lelah, kehilangan nafsu makan, rasa tidak enak di badan, sering berkeringat saat tidur malam hari, dan berat badan menyusut.

Pengobatan
Jika tumor tidak membahayakan (tumor jinak) maka biasanya tidak diperlukan operasi dan dokter tidak melakukan perawatan apa-apa. Tapi jika sudah ada kecenderungan tumbuh membesar, pengangkatan atau operasi adalah jalan terbaik yang setelah itu dilanjutkan dengan kemoterapi atau raditerapi untuk mematikan jaringan agar tidak menyebar dan aktif lagi.

Rokok

BAHAYA MEROKOK!!!!!!


bahaya merokokHari Tanpa Tembakau sedunia di peringati yaitu setiap tanggal 31 Mei, namun kenyataan setiap tahun jumlah pecandu rokok khususnya di Indonesia terus bertambah.Tidak terkecuali bagi perokok dikalangan anak-anak dan remaja.
bahaya merokok
bahaya merokok
Salah satu contoh adalah kisah seorang balita, Sandi ( usia 4 tahun) cukup piawai dalam merokok. Gaya merokok seperti orang dewasa, semisal membuat asap yang keluar dari mulut membentuk cincin.Namun kini balita ( Sandi ) telah diasuh oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan dalam proses rehabilitasi agar tumbuh dan berkembang seperti anak pada umumnya. Sebagai pribadi yang bernurani tentu kita sepakat jika kasus Sandi adalah yang pertama dan terakhir.
bahaya merokok
WHO, badan kesehatan PBB memperkirakan hampir 700 juta anak atau setengah dari seluruh anak di dunia ini terpaksa mengisap udara yang terpolusi asap rokok. Ironisnya, hal ini justru terjadi lebih banyak di dalam rumah sendiri. Sebagian perokok tak bisa memahami apalagi diharapkan untuk bertoleransi pada ketidaknyamanan perokok pasif yang terpaksa mengisap asap rokok. Perokok pasif harus mencium bau bakaran tembakau sampai sesak napas. Bahkan, pada sebagian perokok pasif yang sensitif akan langsung terbatuk – batuk saat itu juga.Merokok tak hanya membuat penikmatnya menjadi tidak sehat tetapi juga merugikan keluarga dan kerabat sendiri. Pencemaran asap rokok dapat terjadi dalam rumah, ruangan kantor, kendaraan dan tempat umum lainnya. Survei membukti kan lebih dari 90 % perokok aktif mengaku merokok dalam rumah ketika bersama keluarga, sehingga sekitar 70% penduduk indonesia berumur 0 – 14 tahun telah terpapar asap rokok sejak lahir ( perokok pasif ).
bahaya merokok
Tidak mudah menghentikan kebiasaan merokok. Namun, kebiasaan itu bisa diubah jika perokok memiliki motivasi untuk berhenti merokok. Perokok yang berhenti merokok selama dua jam, maka nikotin mulai meninggalkan tubuhnya. Ketika berhenti merokok selama 6 jam, itu berarti menurunkan denyut nadi dan tekanan darah berangsur menuju pada keadaan ekuilibrium. Ketika berhenti merokok selama 12 jam maka karbon monoksida mulai meninggalkan tubuhnya. Seorang pecandu yang berhenti merokok dua hari berturut – turut, kemampuan untuk mengecap dan menghirup akan membaik. Kalau berhenti merokok 2 – 12 minggu, sirkulasi darahnya membaik. Orang yang terus berhenti merokok 3 – 9 bulan, batuk dan gangguanpernapasannya akan menghilang.
‘‘ Tidak ada kata terlambat untuk mulai hidup sehat’’

Pemimpin

                                 Cara  menjadi pemimpin